Sorong — PBD C.N. Dinamika politik di Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan bahwa Partai Golkar membutuhkan kepemimpinan baru yang kuat, stabil, dan mampu menggerakkan mesin organisasi secara efektif.
Di tengah kebutuhan tersebut, dukungan dari kader, pengurus kabupaten/kota dan simpatisan semakin mengerucut pada satu nama yang dinilai paling layak dan paling siap memimpin.
Kepala suku Tehit kota sorong dan Ketua forum lintas Suku kota sorong Provinsi Papua Barat Daya Yeheiskel Jarfi pun angkat suara terkait dengan figur ini menyatakan bahwa Septinus Lobat merupakan figur yang memenuhi seluruh kriteria kepemimpinan Golkar untuk periode 2025–2030. Penilaian itu dilandaskan pada rekam jejaknya yang konsisten, loyalitasnya terhadap organisasi, serta kemampuannya menjaga soliditas kader di berbagai tingkatan.
“Papua Barat Daya membutuhkan pemimpin Golkar yang tegas, matang secara politik, dan mampu menggerakkan struktur secara efektif. Dan figur itu ada pada Septinus Lobat,” demikian disampaikan perwakilan kader dalam forum konsolidasi internal,ungkap Yeheiskel”.
Lanjutnya Septinus Lobat dikenal luas sebagai sosok yang memiliki kedekatan kuat dengan kader dan akar rumput, memahami dinamika sosial budaya Papua, serta mampu menjalin komunikasi yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan. Karakter kepemimpinannya dianggap sejalan dengan kebutuhan Golkar di provinsi baru yang sedang membangun fondasi politik jangka panjang.
” Menurut kami bahwa Papua Barat Daya sedang berada pada fase krusial, sehingga pemilihan figur yang tepat akan menentukan masa depan Golkar, Dengan kapasitas manajerial, integritas, dan rekam jejak konsolidasi yang ia miliki, Septinus Lobat dipandang sebagai pemimpin yang mampu membawa Golkar lebih solid, relevan, dan kompetitif menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan,tutup Jarfi.
Seruan publik internal pun menjadi semakin jelas dan tegas saatnya Golkar Provinsi Papua Barat Daya dipimpin figur yang tepat — dan figur itu adalah Septinus Lobat.
